Peluncuran SemiconStart Malaysia menandai transisi dari perencanaan ke fase pelaksanaan dalam upaya penguatan ekosistem semikonduktor nasional. SemiconStart Malaysia hadir sebagai wujud komitmen pemerintah untuk mendorong inovasi dan membawa strategi ke tahap yang lebih aplikatif.

Program ini dirancang sebagai inkubasi nasional untuk memperkuat pertumbuhan perusahaan semikonduktor berbasis di Malaysia yang memiliki potensi dalam segmen bernilai tinggi di rantai nilai global. Hadir dalam acara peluncuran adalah Menteri Kewangan II Datuk Seri Amir Hamzah Azizan, bersama Gabenor Bank Negara Malaysia Datuk Seri Abdul Rasheed Ghaffour dan Pengerusi Perbadanan Pembangunan Teknologi Malaysia (MTDC) Tan Sri Abd Rahman Mamat.
Tujuan SemiconStart Malaysia
SemiconStart Malaysia bertujuan menjadi platform terpadu yang mendukung inovasi, komersialisasi teknologi, dan pembangunan kapabilitas lokal. Program ini menargetkan perusahaan semikonduktor yang berpotensi tinggi untuk naik kelas ke segmen bernilai tambah dalam rantai pasokan global, memperkuat posisi Malaysia bukan hanya sebagai peserta, tetapi juga pencipta nilai.
Menerjemahkan strategi menjadi aksi nyata
Amir Hamzah menekankan bahwa upaya pengukuhan ekosistem semikonduktor sebelumnya telah menyiapkan landasan melalui strategi nasional yang relevan, alokasi sumber daya, dan inisiatif baru. Namun, menurutnya, langkah berikutnya adalah memastikan strategi itu diwujudkan melalui langkah-langkah konkret. “Pada tahun lepas, banyak perhatian telah diberikan untuk memperkukuh ekosistem semikonduktor Malaysia melalui Strategi Semikonduktor Nasional. Sasaran penting telah diumumkan, sumber telah diperuntukkan dan inisiatif baharu telah diperkenalkan,” ujarnya dalam sambutan pada acara peluncuran.
Dalam pidatonya, Amir Hamzah menegaskan pentingnya transformasi dari rencana ke implementasi: “Ini merupakan langkah perlu, tetapi akhirnya, strategi mesti diterjemahkan kepada tindakan.” Pernyataan itu menempatkan SemiconStart Malaysia sebagai titik awal bagi pelaksanaan program-program yang dapat mendorong komersialisasi dan perkembangan teknologi di sektor ini.
Tantangan, kemampuan, dan komitmen jangka panjang
Amir Hamzah juga menguraikan pergeseran tolok ukur keberhasilan negara dalam industri semikonduktor. Selama ini, keberhasilan diukur dari kemampuan ikut serta dalam rantai pasokan global. Kini, ukuran tersebut bergeser ke kemampuan mencipta nilai melalui inovasi, teknologi canggih, dan kapabilitas khusus. Dia menggambarkan target negara tidak lagi sekadar menjadi bagian dari rantai, tetapi menghasilkan harta intelektual, mendirikan perusahaan teknologi yang kompetitif secara global, dan melahirkan generasi inovator baru.
Ia menyoroti pula modal dasar yang dimiliki Malaysia: kapabilitas industri, institusi yang kokoh, ekosistem inovasi yang tumbuh, serta posisi strategis di rantai pasokan global. Namun, tantangannya adalah mengubah keunggulan tersebut menjadi nilai lebih bagi negara. Pembangunan kapabilitas teknologi, kata Amir Hamzah, bukan usaha jangka pendek dan membutuhkan investasi berkelanjutan dalam talenta, riset, infrastruktur, kewirausahaan, serta pengembangan ekosistem disertai ketekunan tujuan.
Dia mengingatkan bahwa hasil dari upaya ini tidak hanya terlihat melalui angka investasi atau statistik ekonomi semata: “Impak daripada usaha ini tidak hanya diukur daripada angka pelaburan atau statistik ekonomi. Ia juga akan diukur melalui keupayaan yang dibangunkan, teknologi yang dikomersialkan, industri yang diperkukuh dan peluang yang diwujudkan untuk generasi akan datang.” Lebih jauh, ia menegaskan visi yang ingin dicapai: “Matlamat kita jelas. Kita mahu Malaysia bukan sahaja dikenali sebagai peserta yang dipercayai dalam rantaian nilai teknologi global, malah sebagai sumber inovasi, harta intelek dan syarikat teknologi yang berdaya saing pada peringkat global.”
Peluncuran SemiconStart Malaysia menjadi langkah awal dari rangkaian tindakan yang diharapkan mempercepat komersialisasi teknologi lokal dan memperkuat daya saing industri semikonduktor nasional. Dengan pendekatan yang menempatkan inovasi dan pembangunan bakat sebagai inti, program ini akan menjadi tolok ukur kemampuan Malaysia mengubah potensi menjadi kontribusi bernilai pada skala global.
