Mila Mohsin menanggapi klaim yang menyebut dirinya mendapat peran utama karena hubungan keluarga setelah namanya diumumkan sebagai pemeran Puteri Gunung Ledang. Mila, yang bernama lengkap Hani Karmila Hani Mohsin dan berusia 29 tahun, mengatakan ia memahami mengapa ada pihak yang bersikap curiga namun memilih tidak mengambil hati.

Pernyataan itu disampaikannya ketika ditemui seusai majlis pra-tonton episod tujuh siri premium Good Boys Go To Heaven di TGV One Utama pada Khamis. Ia menegaskan akan membiarkan penampilan serta kerja kerasnya yang berbicara kepada penonton.
Reaksi terhadap tuduhan nepotisme
Mila mengakui sudah sering mendengar kata ‘nepotisme’ diarahkan padanya. Menurutnya, penilaian publik adalah sesuatu yang tidak bisa dikontrol dan wajar bila orang memiliki prasangka berdasarkan latar belakang keluarga.
Dia menegaskan, “Sudah banyak kali saya mendengar perkataan nepotisme itu. Orang ramai akan berfikir mengikut pandangan masing-masing dan saya tidak mampu mengawal apa yang mereka fikirkan.” Mila menambahkan, “Saya tidak menyalahkan mereka. Jika saya berada di tempat mereka sekalipun, mungkin saya juga akan berfikiran seperti itu.”
Alih-alih terpancing, aktris muda ini memilih bersikap terbuka dan optimistis. Ia meminta publik menilai kemampuannya lewat penampilan di atas pentas, bukan sekadar asumsi. Dalam pernyataannya, Mila mengundang mereka yang ragu untuk menyaksikan langsung pementasan jika ingin menilai lebih adil: “Jika anda masih ragu-ragu atau mempunyai persoalan, datanglah menonton pementasan ini. Itu sahaja yang boleh saya katakan dan saya akan memberikan yang terbaik.”
Proses seleksi dan profesionalisme
Mila menegaskan perannya sebagai Puteri Gunung Ledang bukanlah hadiah yang diberikan tanpa proses. Ia menyatakan telah mengikuti rangkaian uji bakat sebelum akhirnya dipilih oleh pihak produksi.
Dalam kata-katanya, “Ini adalah Puteri Gunung Ledang, jadi saya sendiri hadir dan melalui beberapa proses uji bakat. Ini watak Puteri Gunung Ledang, bukan watak yang boleh diberikan secara sewenang-wenangnya.” Pernyataan ini dimaksudkan untuk menegaskan bahwa posisi tersebut memerlukan seleksi dan komitmen tersendiri.
Walau ada tudingan ia mendapat keuntungan karena ibu kandungnya terlibat sebagai pengarah pementasan — yang disebut sebagai Datin Seri Tiara Jacquelina dalam reaksi warganet — Mila memilih untuk fokus pada persiapan dan tanggung jawab profesionalnya.
Komitmen kerja keras dan harapan ke depan
Lebih jauh, Mila menegaskan dedikasinya pada dunia seni: bekerja keras setiap hari dan berusaha memberi yang terbaik ketika diberi kesempatan. Ia percaya hasil kerja akan menjadi bukti utama atas kemampuan dirinya.
“Saya bekerja keras dan berusaha memberikan yang terbaik setiap hari. Bagi saya, itu sahaja yang penting,” ujarnya. Sikap itu ia harapkan bisa meredam asumsi dan mengalihkan perhatian publik ke kualitas pertunjukan.
Dengan memilih untuk menanggapi kritik lewat kerja nyata, Mila berharap penonton akan menilai berdasarkan performa di panggung, bukan sekadar hubungan keluarga atau spekulasi. Pendekatannya adalah menyerahkan penilaian kepada waktu dan apresiasi penonton, sembari terus memantapkan persiapan untuk peran ikonis ini.
Pertunjukan Puteri Gunung Ledang memang memuat ekspektasi tinggi bagi siapa pun yang memerankan tokoh utama, dan Mila menyatakan kesiapannya untuk menanggung beban itu dengan profesionalisme serta usaha tanpa henti. Ia menutup perbincangan dengan tekad kuat untuk membuktikan diri lewat kerja dan penampilan.
