EMI Music Malaysia hari ini menyerahkan royalti Sudirman kepada ahli keluarga Allahyarham Datuk Sudirman Hj. Arshad sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan untuk menjaga hak dan hasil karya sang penghibur rakyat. Penyerahan ini dimaksudkan agar hak royalti terus dinikmati oleh waris dan warisan seni Allahyarham tetap terawat.

Langkah korporasi ini juga disertai rencana memperkenalkan kembali katalog karya Sudirman kepada penikmat baru lewat sejumlah inisiatif digital dan kolaborasi kreatif, menurut pernyataan dari pihak label dan manajemen keluarga.
Komitmen EMI terhadap Pengelolaan Katalog
Kim Lim, Pengarah Urusan Universal Music Malaysia, menegaskan bahwa tindakan penyerahan royalti bukan semata-mata memenuhi kewajiban administrasi, melainkan bentuk penghargaan atas sumbangan besar penyanyi legenda itu terhadap industri. Dalam sambutannya, Kim Lim menyampaikan pernyataan berikut:
“Allahyarham Datuk Sudirman Hj. Arshad merupakan ikon seni yang telah membentuk landskap muzik Malaysia dan meninggalkan khazanah budaya yang amat bernilai. “Sebagai pemegang katalog karya beliau, menjadi tanggungjawab kami untuk memastikan hak royalti terus disalurkan kepada keluarga di samping memelihara serta memperkenalkan semula muzik beliau kepada generasi baharu. “Kami mahu karya-karya Sudirman terus didengari, dihargai dan kekal relevan merentasi zaman. Legasi beliau bukan sekadar milik industri muzik, tetapi juga sebahagian daripada warisan budaya negara,” ujarnya.
EMI menyebut sejumlah langkah konkret untuk mencapai tujuan itu, lain kampanye digital, penggubahan ulang audio ke format terkini, pemulihan audio, penerbitan ulang karya ikonik, serta peluang pelesenan untuk film, drama, dan konten digital. Label juga berencana bekerja sama dengan talenta muda untuk membawa nuansa baru pada karya-karya Sudirman.
Respons Keluarga dan Nilai Budaya Karya
Wakil keluarga, Haji Razman Azrai Zainuddin yang akrab dipanggil Atai, menyambut baik penyerahan royalti tersebut. Ia melihatnya sebagai pengakuan bermakna atas upaya dan warisan Allahyarham. Atai mengatakan:
“Kami amat menghargai usaha EMI yang terus menguruskan karya-karya Allahyarham dengan baik dan memastikan hak royalti disalurkan kepada keluarga. “Ini membuktikan bahawa legasi beliau masih terus dihargai dan mendapat tempat di hati masyarakat,” katanya.
Atai menambahkan bahwa dukungan publik terhadap Sudirman tetap kuat, bahkan setelah sekian lama kepergiannya. Menurutnya, lagu-lagu yang ditinggalkan tidak hanya memicu nostalgia bagi generasi lama, tetapi juga membuka jalan bagi generasi muda untuk memahami sejarah, budaya, dan identitas negara melalui musik.
Upaya Memperkenalkan Karya pada Generasi Muda
Salah satu bagian acara penyerahan royalti adalah program Bintang Uni-verse Pencarian Sudirman 2.0, yang melibatkan peserta dari lima institusi pengajian tinggi awam. Program ini memberi kesempatan bagi talenta muda untuk menginterpretasi ulang karya-karya Sudirman dengan pendekatan yang lebih segar.
Acara juga dimeriahkan oleh kehadiran Datuk Aznil Haji Nawawi yang memberi penghargaan terhadap pengaruh besar Sudirman di dunia seni tanah air. Ia menyatakan:
“Walaupun saya tidak mengenali Allahyarham secara peribadi, saya merupakan peminat tegar beliau sejak dahulu. “Banyak nilai kerja yang saya amalkan hari ini adalah hasil daripada pemerhatian terhadap disiplin, kreativiti dan dedikasi beliau. Acara penghargaan legasi seperti ini sangat penting agar bakat dan kerja keras Allahyarham dapat terus menjadi kepada generasi baharu,” ujar kongsinya.
Selain penampilan busker dan pembuat konten digital yang dikenal karena suaranya menyerupai Sudirman, keluarga juga membagikan perkembangan terkait rencana pembuatan film yang mengangkat perjalanan hidup dan karier penyanyi legendaris tersebut. Proyek film itu saat ini masih dalam tahap pengembangan awal dan menerima dukungan dari FINAS khususnya pada pengembangan naskah.
Penyerahan royalti ini menjadi simbol penghargaan berkelanjutan terhadap kontribusi seni Datuk Sudirman Hj. Arshad sekaligus bukti komitmen berbagai pihak untuk memastikan karya dan legasinya terus hidup dan dinikmati oleh generasi mendatang.
